Topologi Jaringan

Dunia teknologi dan elektronik di zaman sekarang sangatlah berkembang dengan pesat, dimana berbagai teknologi baru bermunculan seperti komputer, smartphone, jaringan internet, dan masih banyak lagi lainnya. Perkembangan teknologi yang sangat pesat tersebut tentunya tidak lepas dari peran Topologi jaringan sebagai dasar perkembangan teknologi yang ada.

Pengertian Topologi Jaringan


Topologi jaringan merupakan sebuah sistem yang dibuat untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya, disini topologi bekerja dengan membangun hubungan secara geometris yang memiliki bentuk tertentu. Sehingga topologi jaringan tersebut bisa membuat teknologi terhubung secara luas dan juga merata di ruang lingkup tertentu.

Konsep dasar dari sistem topologi ini adalah untuk menghubungkan jaringan yang ada, caranya yaitu dengan menggunakan unsur-unsur berupa node, link, dan juga station. Agar fungsi dari topologi ini mencapai keinginan maka dibuatlah skala tertentu untuk mencapai tujuan dari topologi jaringan tersebut.

Fungsi Topologi Jaringan


Fungsi utama yang dimiliki oleh topologi jaringan sendiri adalah untuk membuat komputer saling terhubung, sehingga pertukaran informasi, data, ataupun komunikasi bisa dilakukan dengan lebih cepat dan juga mudah. Biasanya akan ada satu komputer sebagai server utama yang mengkontrol dari keseluruhan komputer lainnya.

Penggunaan topologi jaringan ini bisa anda temukan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki sistem kerja secara terkontrol, dimana para karyawannya bisa saling bekerja sama walaupun menggunakan komputer yang berbeda sekalipun. Hal ini juga bisa diterapkan pada berbagai instusi-institusi yang memiliki kebutuhan transfer data secara cepat melalui topologi tersebut.

Jenis-jenis Topologi Jaringan

1. Topologi Bus

Topologi jaringan memiliki banyak sekali jenis yang berbeda-beda, salah satu yang paling sering digunakan adalah Topologi Bus. Topologi yang berbasis pada konektor dan node client ini memungkinkan pengguna komputer dapat terhubung dengan komputer lainnya, bahkan jumlah komputer yang bisa terhubung bisa puluhan jaringan komputer.

Pemasangan yang mudah dan biaya yang terjangkau membuat topologi bus sangat digemari, namun karena koneksi yang masih menggunakan kabel membuat cara ini sering mengalami gangguan. Terutama pada saat topologi digunakan secara oleh banyak komputer, bisa saja terjadi tabrakan data atau kesalahan lainnya.

2. Topologi Star


Sistem secara terpusat adalah sebutan lain dari Topologi Star, dimana topologi tersebut menggunakan terminal utama sebagai pusat server dari seluruh komputer. Sehingga komputer bisa terhubung satu sama lain melalui terminal tersebut.

Kemudahan dalam pemasangan atau transfer data menggunakan cara ini dinilai lebih efektif dari pada topologi bus, namun perlu diketahui juga bahwa penggunaan topologi star hanya dapat dilakukan oleh beberapa institusi besar saja. Hal ini dikarenakan biaya pemasangan dan pemeliharaan topologi tersebut cenderung lebih mahal.

3. Topologi Tree

Jenis Topologi jaringan yang berikutnya adalah Topologi Tree, topologi ini memiliki sistem yang hampir sama dengan topologi star. Namun dalam topologi tree tersebut terdapat distribusi layer yang berguna untuk mendistribusikan data, sehingga data yang diterima oleh komputer menjadi lebih akurat dan juga teratur.

Kelebihan dari topologi tree sendiri adalah proses distribusi data yang sangat baik, baik dari segi kecepatan, keakuratan, hingga waktu yang sama antara satu komputer dengan komputer lainnya. Sayangnya prosesnya yang masih secara manual menggunakan kabel, membuat cara ini membutuhkan kabel dengan jumlah yang sangat banyak untuk menghubungkan ke distributor layer.

4. Topologi Ring


Topologi Ring atau biasa disebut dengan topologi cincin merupakan jenis topologi jaringan yang sangat sederhana, seperti namanya topologi ini menggunakan cara koneksi komputer secara memutar. Umumnya topologi memakai jaringan LAN agar bisa terhubung dengan jaringan komputer lainnya.

Keunggulan dari topologi ring adalah kemampuannya yang baik dalam koneksi dengan komputer lainnya, dimana ia bisa memindahkan data yang besar sekalipun dengan mudah dan cepat. Bahkan karena menggunakan sistem LAN maka anda tidak perlu khawatir tentang kerusakan yang terjadi, hal ini dikarenakan topologi ring sangat kuat dan tidak mudah mengalami gangguan.

5. Topologi Mesh

Memiliki banyak sekali rute dan jenis koneksi adalah ciri khas dari Topologi Mesh, disini topologi tersebut memiliki rute yang berbeda-beda tiap komputernya. Sehingga arus data yang akan dikirim tidak terjadi tabrakan ataupun kendala lainnya seperti error, bisa dikatakan bahwa cara tersebut menggunakan konsep tunggal dan memiliki satu arus saja.

Adanya sistem yang satu jalur ini membuat topologi mesh sering digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer penting, hal ini dikarenakan topologi mesh sangat baik dalam hal proteksi dan perlindungan data saat proses transfer.

6. Topologi Peer to peer


Walaupun terkesan sederhana dan tidak terlalu menguntungkan namun Topologi Peer to Peer bisa untuk anda coba, topologi jenis ini hanya bisa menghubungkan dua jenis komputer saja. Dimana komputer tersebut dapat dibuat untuk server ataupun client yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Topologi peer to peer ini memiliki kelebihan dalam sektor kecepatannya, dimana ia hanya berfokus pada transfer pada satu server saja. Sehingga tidak ada hambatan ataupun arus yang berlebih pada proses tersebut, cara ini sangat cocok untuk digunakan dalam menghubungkan komputer direktur dengan perwakilan karyawan.

7. Topologi Linier

Jenis topologi yang pastinya sering digunakan ialah Topologi Linier, jenis topologi yang satu ini bisa anda gunakan sebagai seorang pemula. Jenis ini memiliki bentuk yang sangat standar yaitu vertikal maupun horizontal, proses pemasangan yang sangat sederhana menjadi kelebihan tersendiri yang dimiliki oleh topologi linier.

Sayangnya dengan konsep yang terlalu sederhana bisa membuat data mengalami kebocoran, sehingga tidak cocok untuk digunakan dalam proses transfer data atau dokumen penting. Terlepas dari hal itu topologi linier seringkali dipakai untuk berbagai kebutuhan, mengingat prosesnya yang lebih simpel dan sederhana bisa dilakukan oleh siapapun dan kapan pun mereka mau.

8. Topologi Hybrid


Topologi yang tergolong baru dalam dunia jaringan yaitu Topologi Hybrid, dimana topologi hybrid menggunakan sistem yang sama dengan topologi star. Namun topologi hybrid lebih dapat menjangkau banyak komputer dalam satu waktu, sehingga proses distribusi ke banyak komputer bisa dilakukan secara bersamaan dan bisa sampai dalam waktu yang sama pula.

Jenis topologi yang satu ini sangat cocok untuk digunakan dalam perusahaan yang besar, hal ini dikarenakan topologi hybrid dapat menjangkau keseluruhan dari struktur yang ada dalam sistem kerja perusahaan. Sifatnya yang fleksibel juga berpengaruh besar terhadap penggunaannya yang sangat efektif dan efisien dalam sebuah organisasi yang sangat besar sekalipun.

Penggunaan Topologi jaringan memang sangat sering dilakukan dalam sebuah struktur organisasi, hal ini tidak lepas dari fungsinya yang dinilai lebih menguntungkan dari pada harus menghubungkan komputer dengan cara lainnya. Lebih hemat, cepat, hingga data yang aman menjadi nilai lebih untuk penggunaan topologi dalam menyambungkan puluhan hingga ratusan komputer dalam satu server.

Belum ada Komentar untuk "Topologi Jaringan"

Posting Komentar