Pendidikan Karakter di sekolah

Pendidikan diyakini sebagai media terbaik dalam mempersiapkan karakter manusia yang unggul. Lembaga pendidikan bukan hanya tempat untuk mentransfer ilmu, tetapi juga tempat untuk membentuk karakter, perilaku, sikap, dan kepribadian.

Akhir-akhir ini banyak diperbincangkan tentang terjadi degradasi moral, seperti perilaku masyarakat yang emosional, pejabat yang korupsi, pelajar tawuran, mahasiswa anarkis, dan penegak hukum yang tidak berkeadilan. Ini semua di sebabkan karena globalisasi yang masuk tanpa ada filtrasi. Globalisasi yang memberikan tuntunan gaya hidup bebas, hingga segala hal ditirukan dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat.


Melihat kondisi demikian, sepatutnya dihadirkan upaya mengatasi masalah sosial yang terjadi. Pendidikan telah dianggap sebagai agen perubahan dalam mempersiapkan karakter manusia yang unggul. Keyakinan ini mendorong pemerintah melalui Kementrian Pendidikannya mengeluarkan kebijakan gerakan penguatan karakter sebagai fondasi dan ruh utama pendidikan.

Pendidikan karakter diharapkan dapat membentuk sikap yang membawa ke arah kemajuan yang dapat bermanfaat bagi lingkungan tanpa bertentangan dengan norma yang berlaku, sehingga siap menghadapi tantangan global.

Konsep pendidikan karakter


Karakter terkait dengan aspek kepribadian manusia yang mencakup nilai-nilai moral, sikap, dan tingkah lakunya. Seseorang dianggap memiliki karakter yang baik dari sikap dan tindakan yang dilakukan yang mencerminkan karakter tertentu. Karena itu, karakter bisa dilihat dan tercermin dari kebiasaannya sehari-hari.

Secara individual, karakter merupakan bawaan sejak lahir. Karakter tidak diajarkan tetapi dibentuk melalui pembiasaan. Proses pembiasaan inilah yang biasa kita sebut dengan pendidikan karakter.

Penguatan karakter bukan program baru. Itu telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak berabad-abad yang lalu. Dimulai dengan membangun kesadaran, kepedulian, kepercayaan, kemudian diinternalisasi menjadi nilai-nilai, membuat pilihan yang baik, dan dilakukannya sebagai kebiasaan.

Pendidikan karakter di indonesia sedang di galakan dalam  kegiatan belajar mengajar pada seluruh tingkat pendidikan. Sasarannya untuk membekali generasi muda memiliki sikap, perilaku dan kepribadian yang unggul sebagai bekal dalam menjalani kehidupan, baik dalam kerangka berkeluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa. Setidaknya ada 15 karakter yang perlu ditanamkan pada anak di lingkungan sekolah, yaitu sebagai berikut:

1. Religius


Menanamkan karakter beragama merupakan langkah dini menumbuhkan sifat keberagamaan. Masa anak-anak merupakan masa terbaik menanamkan nilai agamis. Anak dibiasakan berperilaku patuh serta taat dalam melakukan ajaran agama yang dianutnya, juga bertoleransi terhadap penerapan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan penganut agama lain.
Upaya penanaman nilai agama ini harus disesuaikan dengan tingkatan pertumbuhan. Harus diingat, pemahaman beragama anak masih terletak pada sesi meniru. Pada tahapan ini, posisi guru bukan hanya jadi penegur, akan tetapi sebagai figur memberi contoh baik untuk para siswanya.

2. Hidup Bersih dan Sehat


Menerapkan pola hidup bersih dan sehat lebih dari sekadar membiasakan anak untuk mencuci tangan. Mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan pada anak sejak dini dapat menciptakan kebiasaan baik yang akan melekat hingga akhir hidup mereka. Contohnya: rajin mandi, menjaga kebersihan mulut dan gigi, mencuci tangan, kesehatan kuku, dan kebiasaan di toilet.

3. Berani dan Tegas

Perilaku tegas dalam bertindak serta mengambil keputusan secara tepat dan benar. Perilaku pantang menyerah menghadapi kegagalan serta terus berupaya sampai mencapai keberhasilan. Contohnya: berani mengakui kesalahan yang dilakukan, berani mengambil resiko dari keputusan serta perbuatan, dan berani mengutarakan pendapat untuk perbaikan.

4. Rela Berkorban

Bersedia dengan ikhlas membagikan waktu, tenaga, pikiran, hingga harta untuk kepentingan orang lain dalam perihal kebaikan. Pengorbanan pastinya  merugikan bagi yang melaksanakannya. Tetapi, rasa ikhlas, keyakinan, serta semangat membuat kerugian tersebut jadi keuntungan yang lebih besar. Tanamkan pada anak untuk: saling membantu antara sesama teman, menolong teman yang kesusahan, dan berpartisipasi dalam aktivitas sosial.

5. Berjiwa Besar


Berjiwa besar adalah perilaku teladan yang butuh diwariskan kepada generasi muda. Perilaku ini menonjolkan kelapangan, keberanian, dan perjuangan. Perilaku para kesatria ini umumnya terwujud dalam: perilaku ingin mengintropeksi kesalahan sendiri, tidak putus saat menghadapi kegagalan, dan bersedia memohon maaf serta memaafkan kesalahan.

6. Kerja Sama dan Tanggung Jawab


Rasa kerja sama dan tanggung jawab akan menjadi bekal anak dalam berpartisipasi dalam kelompok serta memberi sumbangsih pada masyarakat. Sangat baik apabila anak dianjurkan untuk bekerja sama serta bertanggung jawab sejak dini, misalnya: piket membersihkan ruang kelas, aktif berorganisasi, dan melatih melalui permainan-permainan yang menuntut kerja sama serta tanggung jawab.

7. Disiplin

Disiplin adalah karakter yang terbentuk melalui proses perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, keteraturan, dan ketertiban. Dengan membiasakan mentaati tata tertib disegala aspek kehidupan baik agama, budaya, pergaulan, dan sekolah, diharapkan anak akan memiliki sifat teladan.

8. Kejujuran


Kejujuran tidak muncul dengan sendirinya, diperlukan proses pembiasaan sejak dini. Anak di usia ini biasanya sudah cukup tahu bahwa suatu tindakan tertentu benar atau salah, dan mereka memiliki kecenderungan untuk tidak melakukan kebohongan. Tetapi, pengaruh dan contoh dari lingkungan negatif lebih dominan, sehingga pada akhirnya mempengaruhi mereka untuk berbohong.

Maka dari itu, untuk mendorong mereka menjadi anak yang jujur dengan menciptakan lingkungan yang positif. Buatlah mereka menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Membiasakan sikap jujur pada anak disetiap momen di sekolah dapat membantu anak menanamkannya dalam kehidupan. Anak-anak akan terbiasa, sehingga akan menciptakan rasa saling percaya.

9. Peduli

Peduli adalah karakter yang mendorong ingin memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan. Sikap peduli ini dapat ditanamkan di sekolah melalui berbagai cara. Misalkan ketika ada teman kelas yang sakit, menyisihkan uang jajan untuk di kumpulkan, kemudian dibelikan sesuatu sebagai bawaan saat menjenguk temannya sebagai wujud kepedulian.

10. Percaya Diri

Melatih kepercayaan diri perlu dilakukan sejak dini, anak nantinya bisa lebih mandiri dan menjadi pribadi yang lebih sukses di masa depan. Cara paling mendasar membiasakannya yaitu kita harus mengarahkan anak untuk membuat pilihannya sendiri, mengizinkan anak mencoba sendiri, apresiasi kelebihannya, dan memberikan kepercayaan pada anak tersebut, supaya mereka yakin akan kemampuan diri mereka.

11. Kreatif


Karakter anak yang juga penting untuk dibiasakan adalah karakter anak yang banyak akal, ia akan melakukan sesuatu cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah ada. Dengan karakter ini, anak bisa cepat memahami situasi dan mencari solusi dari masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang banyak akal juga jarang kehabisan ide, ia selalu punya cara untuk mengasah kreativitasnya.

12. Hormat serta Santun


Menghargai orang lain, bersikap empati terhadap keadaan orang lain merupakan salah satu sikap sopan santun yang terpuji yang harus dimiliki anak. Menanamkan sopan santun anak secara dini sebaiknya harus dilakukan. Ada beberapa upaya yang dapat lakukan, contohnya: membiasakan mengucapkan terima kasih, berani meminta maaf saat dia berbuat salah, memanggil dengan sopan, mengucapkan permisi, dan Pamit saat pergi.

13. Rendah Hati

Anak yang rendah hati biasanya pandai memposisikan dirinya dan akan lebih menghargai orang lain. Karakter ini ditandai dengan sikap sopan, lemah lembut, dan sederhana. Rendah hati sendiri adalah sifat seseorang yang sebetulnya memiliki kemampuan berlebih, tapi tidak sombong atau memamerkannya. Kerendahan hati juga merupakan wujud dari rasa syukur, kita bisa melatihkannya pada anak sedini mungkin.

14. Gigih

Karakter ini membuat anak teguh pendirian dan tidak mudah menyerah. mereka juga akan tetap berusaha melakukan sesuatu hingga selesai meskipun menemukan kesulitan di tengah perjalanan. Untuk membantu anak mengembangkan karakter ini, bisa memberinya kegiatan yang perlu dilakukan secara konsisten untuk bisa menampakkan hasil. Kita juga perlu memberikan semangat dengan kata-kata membangun ketika anak menemukan kesulitan.

15. Mandiri


Anak dengan karakter mandiri bisa mengandalkan kemampuan dan sumber dayanya sendiri tanpa perlu bergantung kepada orang lain. Untuk membantu anak melatih karakter ini, saat melihat anak mengalami kesulitan, jangan buru-buru datang untuk membantunya. Biarkan mereka mencoba untuk memecahkan masalahnya sendiri. Ingat untuk memberikan kesempatan pada anak untuk melakuan semuanya sendiri (tanpa bantuan) terlebih dahulu. Akan tetapi, jika sudah merasa butuh bantuan kita tetap pada jarak aman untuk membantunya.

Dengan di biasakanya berperilaku baik, harapannya akan melahirkan generasi muda yang beradab. Inilah yang seharusnya di tanamkan, pendidikan tidak melulu tentang kecerdasan pikiran melainkan para siswa harus cerdas dalam berperilaku. Sudah saatnya pendidikan karakter menjadi garapan yang nyata, agar pendidikan di Indonesia benar-benar menghasilkan generasi bangsa yang beradab.

Belum ada Komentar untuk "Pendidikan Karakter di sekolah"

Posting Komentar